Showing posts with label Ghuraba'. Show all posts
Showing posts with label Ghuraba'. Show all posts

Sunday, 22 July 2012

Renungan Ramadhan


Ramadhan ialah bulan yang penuh keberkatan. Di awalnya rahmah, di tengah-tengahnya
maghfirah dan dihujungnya kebebasan dari api neraka.

Umumnya Ramadhan disambut meriah di seluruh dunia. Masjid dan surau akan dibanjiri oleh jemaah yang bersolat terawih. Untuk menambahkan manfaat dari perhimpunan jemaah setiap malam, ada masjid dan surau yang mengadakan majlis renungan atau ceramah pendek atau tafsir pendek. Ini merupakan satu amalan yang baik kerana ia akan menjadikan majlis solat terawih sebagai satu medan bukan sahaja untuk beribadat bahkan juga medan untuk berkongsi Ilmu dan ingat memperingati. Sesuai dengan firman Allah bermaksud:

“Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan memberi manfaat
kepada orang-orang yang beriman”

(Surah Azzariyat: 57)

Dan firman-Nya lagi:

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran”.
(Surah Al-Asr: 1-3)


Walaupun begitu, di sana terdapat masalah dari segi kurangnya sumber untuk renungan. Oleh yang demikian sebagai salah satu usaha kerdil untuk memenuhi hasrat ini. Cebisan-cebisan renungan ini cuba merangkumi pelbagai aspek dari penghayatan Ramadhan. Seberapa daya, ana berusaha memastikan kenyataan yang dibuat disertakan dengan hujjah dan dalil yang terbukti kuat dan dinyatakan sumbernya yang sah.

Pada setiap hari, akan disisipkan satu renungan ramadhan untuk penghayatan semua pembaca.INSYA ALLAH jika Allah masih mengizinkan..

SELAMAT MENYAMBUT RAMADHAN...RAMADHAN KAREEM.. 29 Syaaban 1433 H






Ghuraba'

Mathematicians and Statisticians to be InsyaAllah

Tuesday, 17 July 2012

Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) bukanlah sekadar teori. Ini adalah praktikal yang mampu antum lakukan dalam kehidupan seharian. Karena itu, nikmatnya ukhuwah tidak akan mampu dirasai, kecuali dengan mempraktikannya.

Berikut merupakan antara cara-cara yang mampu dilakukan untuk mengukuhkan ukhuwah Islamiyah setelah ikatan hati dibina antara kita sesama ikhwah dalam memperjuangkan agama Allah:

1. Katakan bahawa antum mencintai ikhwah tersebut

عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ

Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)


عَنْ اَنَسٍ: اَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فَمَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنّي لأحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ أَعْلَمْتَهُ؟ قَالَ: لا، قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: أعْلِمْهُ فَلَحِقَهُ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِى اللهِ فَقَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِى لَهُ

Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw., lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud, dengan sanad shahih)

Jadi, jangan berlengah lagi. Katakan cinta kepada ikhwah-ikhawah yang antum cintai. Uhibbukum fillah abadan abada ila jannah..

2. Minta doa jauh saat berpisah


عَنْ عُمَرَبْنِ الْخَطَابِ قَالَ: اِسْتَأْذِنْتُ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فِى الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لِي فَقَالَ: لاَ تَنْسَنَا يَا اُخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ فَقَالَ: كَلِمَةً مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى بِِهَا الدُّنْيَا، وَفِى رِوَايَةٍ قَالَ: أَشْرِكْنَا يَا أُجَيَّ فِى دُعَائِكَ

Umar bin Khaththab berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad saw. untuk melaksanakan umrah, lalu Rasulullah saw. mengizinkanku.” Beliau bersabda, “Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu.” Kemudian ia mengatakan satu kalimat yang menggembirakanku bahwa aku mempunyai keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam satu riwayat, beliau bersabda, “Sertakan kami dalam diamu, wahai saudaraku.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih)


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang hamba mukmin yang berdoa untuk saudaranya dari kejauhan malainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.” (Muslim)

Sejauh manapun antum pergi, jangan lupa untuk mendoakan kesejahteraan ikhwah yang antum cintai. Cuba sedaya mungkin untuk tidak merenggangkan ikatan hati yang telah dibina walaupun jarak memisahkan antum.

3. Bila berjumpa, tunjukkan wajah gembira dan senyuman


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ

Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)

Cuba sedaya mungkin mewujudkan suasana walaupun dalam keadaan yang mendesak dan terpaksa. Ukhuwah kerana Allah melebihi segala-galanya.

4. Berjabat tangan dengan erat

Berjabat tanganlah setiap kali bertemu. Sebab, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (Abu Dawud)


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

Cara untuk menzahirkan kasih sayang sesama ikhwah.

5. Sering-seringlah berkunjung

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberli karena Aku’.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

Andai kata antum serumah dengannya tanyalah perkhabarannya. Wujudkan keselesaan di antara antum.

6. Ucapkan tahniah kepada ikhwah yang mendapat kejayaan

عَنْ اَنَسٍ بن مالك قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ لَقِيَ أَجَاهُ بِمَا يُحِبُّ لِيَسُرَّهُ ذَالِكَ سَرَّةُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari kiamat.” (Thabrani dalam Mu’jam Shagir)

Jadilah antum orang yang PALING pertama mengucapkan tahniah pada waktu ikhwah diijab qabulkan, mendapat anak, mendapat rumah baru, pergi menunaikan haji, naik pangkat dan lain-lain misalannya.

7. Berilah hadiah terutama di waktu-waktu istimewa sekiranya berkemampuan

عَلَيْكُمْ بِالْهَدَايَا فَإِنَّهَا تُوْرِثُ الْمَوَدَّةَ وَتُذْهِبُ الضَّغَائِنَ

Hadits marfu’ dari Anas bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (Thabrani)

عَنْ عَائِشَةَ: تَهَادَوْا تَحَابُّوْا

Thabrani juga meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah r.a. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”

8. Berilah perhatian dan memberi bantuan keperluan pada ikhwah yang memerlukan

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ.

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Muslim)

Jangan menunggu sehingga ada antara ikhwah yang perlu merayu meminta ditolong sebaliknya perhatikan dengan mata hati antum siapa antara kita yang lebih memerlukan.

Karena itu, jadikan diri antum orang yang paling dahulu membantu pada saat ikhwah kita memerlukan pertolongan. Ukhuwah bukan sekadar dibibir. Ia perlu dizahirkan dalam tindakan. InsyaAllah, Allah merahmati ukhuwah yang dibina atas dasar ketaqwaan kepadaNya bukan atas dasar arahan ataupun keterpaksaan pada diri. 



Khas ditujukan pada semua ikhwah di New Zealand. Salam kemanisan Ukhuwah.


Mathematicians and Statisticians to be InsyaAllah